Untung Sangaji Siap Kembangkan Kutu Raksasa di Aceh Utara

Halim El Bambi
By -
0



Tahukah Anda, bahwa isopod atau isopoda laut adalah salah satu jenis (kelompok) dari hewan-hewan laut ordu krustasea yang meliputi kutu kayu, Ligia dan kerabatnya. 

Dari beberapa catatan ilmiah, isopoda ini hidup di laut, air tawar, dan juga di darat. Sebagian besar bentuk hewan ini mirip kutu-kutuan dengan langgam warna keabu-abuan pucat. Sebagian ada yang keputih-putihan dengan corak kecil eksoskeleton (kerangka eksternal) kaku dan tersegmentasi bagaikan tameng.

Tampilan isopoda termasuk menyeramkan, bahkan beberapa sutradara film animasi dari Amerika Serikat (Hollywood) kerap menjadikan bentuk hewan ini sebagai  inspirasi monster baru atau bentuk alien dari planet asing dalam film-film horror atau sci-fi.

Isopod memiliki dua pasang antena, tujuh pasang kaki bersendi, lima pasang anggota badan bercabang pada bagian abdomen yang digunakan dalam respirasi.

Betina merawat anak mereka dalam kantong di bawah toraks mereka. Mirip belangkas yang menyimpan telurnya dibalik tameng (tubuh) mereka.

Spesies isopoda merupakan peninggalan era jurrasic hidup dan besar di dasar laut layaknya lobster. Hidupnya terestrial dengan cara bergerak merangkak dan cenderung ditemukan dalam tempat dingin dan lembap. Beberapa spesies dapat menggulung diri menjadi bola mirip tringgiling yang dimaksudkan untuk bertahan dari serangan predator.

Uniknya, isopoda memiliki usus yang cukup sederhana, tak rumit seperti kebanyakan hewan laut krustesea  lainya. Ia menyedot makanan melalui rahangnya yang mirip belalang sembah. makanan masuk ke kerongkongan setelah dihisap bagaikan prilaku drakula.

Didalam perut, makanan diproses dan disaring secara sederhana. Dikarenakan sistem organ dalam tubuhnya yang tak rumit ini pula, di negara-negara Asiatic seperti Thailand, Taiwan, Korea, Jepang,  isopoda dijadikan bahan makanan papan atas yang harganya selangit. Namun ispoda yang diminati adalah ispod jenis giant, atau isopoda raksasa. bagi pecinta kuliner ekstrim, isopoda raksasa memiliki tekstur daging yang lebih banyak dan protein yang sangat tinggi.

Mula-mula isopoda direbus. Meski sudah direbus, teksture isopoda tak cenderung memerah layaknya udah direbus, melainkan tetap keabuan pucat. Lalu perut bagian tengahnya dibelah dengan gunting. Disinilah semua daging dan isi dalam isopoda diambil dan dijadikan menu mewah.

Menurut Ir. H. Ahmad Untung Surianata, MH atau dikenal Untung Sangaji, Manta Kapolres Aceh Utara medio 2016-2018 yang juga Calon DPRA dari Partai NasDem Aceh Utara, dirinya tertarik mengembang-biakkan hewan mirip kutu raksasa ini di Seunuddon sebagai bahan penelitian, bukan untuk dijadikan menu makanan.

"Dulu saat saya aktif sebagai boxer Muaythai di Thailand sekitar tahun 2000- an, saya juga pernah melihat hewan ini dijadikan makanan mewah di hotel-hotel papan atas disana. Yang makan orang-orang kaya dari negeri Asia dan sebagian Eropa. Mirip udang atau kepiting dagingnya. Saya senang memelihara hewan ini untuk bahan riset saja, bukan untuk dikonsumsi." ujar Untung kepada Halim El Bambi dari Myhelb membaca zaman. Untung Sangaji dikenal sosok caleg yang penuh ide-ide kreatif dan inovatif. Banyak sekali program pro rakyat yang sudah ia telurkan dan aplikasikan. Imbas dari kreatifitasnya itu, banyak program unggulan pro rakyat yang ia ciptakan demi peningkatan income masyarakat.

Saat ini, Untung sedang mengembang-biakkan hewan laut jenis belangkas, atau kepiting tapal kuda. Ia sudah 'menanam' kepiting peninggalan era jurrasic ini sejak beberapa tahun sebelumnya, tepatnya saat dirinya aktif sebagai Kapolres Aceh Utara.

Dari beberapa catatan dunia hewan laut di Aceh (perikanan), belum ada pihak yang menangkarkan isopoda atau belangkas. hingga datang Untung mengambil sisi sciensi dari kedua hewan ini untuk penelitian, selanjutnya, kata dia lagi, bila dirinya berhasil memperbanyak jumlah belangkas dan isopod, bisa jadi hal itu dimamfaatkan untuk peningkatan ekonomi rakyat Aceh Utara, bukan tidak mungkin rakyat Aceh umumnya. | Halim E Bambi | AllRights Reserved




Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)