MYHELB - BANDA ACEH | Seperti yang saya tulis sebelumnya, rumah anggota DPR Aceh dari Demokrat, HT Ibrahim ST MM, atau dikampungnya dikenal sebagai bang Haji Bram, memang sudah identik rumah rakyat.
Kok bisa? Ya sejak ia lama menjabat wakil rakyat di DPR Aceh, rumahnya langsung disetting atau disulap bak rumah rakyat. Terbuka 24 jam bagi siapa saja yang bertamu. Tak ada pengecualian atau tak ada istilah diskriminasi. Siapa saja yang datang, ia layani, ia muliakan. Bahkan ribuan sekalipun yang datang. Misalnya saat perayaan hari besar islam seperti ied fitri atau adha.
Hebatnya lagi, atas permintaannya langsung kepada pengurus dapur, bang Haji Bram agar baki-baki makanan diatas meja ala france yang disajikan itu wajib selalu di terisi dengan nasi dan menu-menu makanan camilan. "Supaya kalau tamu yang datang, bisa langsung mencicip apa yang ada, tanpa sungkan, bak rumah sendiri." ujarnay kepada Halim El Bambi dari Myhelb membaca Zaman, yang diundang khusus untuk melihat langsung situasi rumahnya sejak lebaran adha.
Bahkan yang tak beliau kenal sekali pun, ia diperlakukan sama saja dengan yang kenal.
"Pajoh aju ubee-bee eik. (makan aja sepuas-puasnya)." begitu kata beliau bila ada tamu yang menyambangi rumahnya, lebih-lebih pada moment lebaran fitri maupuna adha. Rumahnya selalu dijejali tamu yang tumplek hingga keluar jurong.
Anak yatim piatu, tak lupa ia istimewakan dan ia santuni. Itu sudah menjadi hal rutin baginya.
Bang haji Bram ini dikenal sebagai epajabt elit Aceh yang membumi. Meski ia orang berada, harta berlimpah, tapi gayanya tetap sederhana. Tak ada yang mencolok. Tak ada penampilan over atau style ala seleb, biasa saja, sederhana bahkan cenderung membumi.
Ketika ia berbaur dengan masyarakat yang datang bejibun kerumahnya, ia sarungan, peci miring. Ramah dan dan melayani. Hanya kulit tubuhnya saja yang putih bersih cenderung kebule-an itu yang membuat ia mungkin tampak beda dari yang lain. Aura wajahnya yang kadang merah merona itu yang membuat orang melihat ia seorang pejabat.
Bang Haji Bram tak sungkan pergi ke sawah, dilaun waktu ia kedapatan sedang menggiring sapi piaraannya di ladang. Atau ia sedang ngarit rumput buat pakan lembu, adalah pemandangan natural dirinya yang kerap disaksikan warga kampungnya sendiri.
Warga telah lama mengenal dirinya sebagai politisi disebuah parnas Pak SBY. Hampir 80% warga Aceh Besar dari berbagai latar mendukung beliau sebagai kontraktor suskes sekaligus wakil rakyat di DPR Aceh. Secara ekonomi, ia sudah mapan.
"Tak ada yang perlu dicari lagi soal kekayaan. Alhamdulillah sudah cukup. Kini saya hanya fokus membawa program bagi kemaslahatan rakyat. Itulah tujuan saya maju ke DPR RI." Itulah yang ia cita-citakan, ia utarakan kepada saya. Istrinya selalu berad disamping, setia menemani dirinya senang maupun susah.
Ia menilai, kunci sukses dirinya saat ini adalah rezeki Allah yang melimpahi hidupnya, dan juga semangat dari sang istri berlipat, Rida Ariani, yang juga calon anggota DPRK Aceh Besar.
Di wilayah Aceh Besar, Banda Aceh hingga Pidie dan Pijay, nama Bang Bram santer terdengar luas sebagai politisi Demokrat yang cukup populer, sosok berjiwa sosial. Tak terkecuali istrinya, yang banyak mengayom kaum ibu-ibu kalangan bawah.
Karena berjiwa sosial itu pula, banyak rakyat yang menyambangi rumahnya tak lupa membawa serta oleh-oleh atau buah tangan. Padahal ia tak minta. Uniknya, bila ada yang bawa ikan, udang, kepiting atau seafood dengan kualitas terbaik, bang Haji Bram tak segan-segan membelinya saja. Ia tak tegaan kalau hanya menerima saja gratis.



