Prihatin Pengaruh Narkoba, Untung Gencarkan Program Basmi Narkoba Sejak dari Sekolah

Halim El Bambi
By -
0


Pengaruh Narkoba di Aceh umumnya, dan Aceh Utara serta Lhokseumawe khususnya bisa dikatakan masih sangat memprihatinkan.

Setiap hari selalu saja ada berita kita baca mengenai ditangkapnya pengguna atau pengedar narkoba oleh aparat kepolisian. Namun yang lebih miris lagi, tersangka  yang tertangkap tak sedikit dari kalangan pemuda. Narkoba telah merasuki pelajar, bukan lagi hoak, tapi sudah nyata.

Generasi harapan bangsa saat ini sedang diambang kehancuran apabila narkoba telah merasuki otak dan kehidupannya sehari-hari. Entah bagaimana nasib anak bangsa dan negeri ini apabila anak-anak dan remaja yang segogyanya diharapkan menjadi generasi masa depan, malah sejak dini sudah rusak akibat narkoba.

Generasi anak bangsa saat ini sedang diambang kehancuran manakala narkoba telah merasuki otak dan kehidupannya sehari-hari. Apalagi sistem penanggulangan narkoba di Aceh saat ini masih cukup memprihatinkan. Kasus-kasus penemuan pemakai narkoba terus mengemuka. Berbagai kasus terus mengalami kenaikan dan jumlah korban akibat narkotika yang masih direhabilitasi terus bertambah.

Kondisi ini membuat Ir. H. Ahmad Untung Surianata, MH atau dikenal Untung Sangaji, mantan Kapolres Aceh Utara 2016-2018 tak tinggal diam meski dirinya sudah purna tugas dari kepolisian. Saat ia terjun ke ranah politik pun (maju ke legislatif/DPRA dari Partai NasDem Aceh Utara), Ia pun gencar mensosialisasikan bahayanya narkoba dikalangan pemuda harapan bangsa.

Misalnya, kemarin, Kamis (24/8), Untung Sangaji menyambangi sebuah sekolah SMA di Aceh Utara. Disini, puluhan siswa sudah mengunggunya untuk diberikan 'brainwash', betapa bahayanya bila sudah terkena narkoba.

"Narkoba itu, apa saja jenisnya, narkotik, obat-obat psikotropika atau zat bahaya lain yang terbuat dari bahan adiktif itu sangat berbahaya kalau sudah masuk dalam tubuh manusia. Misalnya dengan cara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan. Bahan-bahan bahaya ini bisa mengubah alam pikiran jadi fly, suasana hati atau perasaan atau perilaku seseorang tidak lagi berpikir sehat. Ia akan terus hidup dalam kehampaan. Gara-gara teler ini, shalat pun lupa, kalau shalat sudah lupa, berarti yang lain nggak usah ditanya lagi, deh....semua bisa rusak lama-lama. Bahaya, lho. Narkoba itu menciptakan ketergantungan. Jauhi ! Ya, jauhi, janji...?! " ucap Untung yang disambut gegap-gempita respon siswa yang hadir.

Dalam keterangannya kepada Halim El Bambi dari Myhelb Membaca Zaman, Untung akan kembali mengencarkan kampanye melawan narkoba di bulan-bulan selanjutnya secara lebih massiv lagi hingga ke sekolah-sekolah terisolir di pedalaman Aceh Utara yang selama ini seakan tak tersentuh oleh program sosialisasi lawan narkoba. | Halim El Bambi 

Apakah itu Narkoba?

Beberapa referensi tentang pengertian narkoba sudah mengemuka di berbagai media. Namun, dalam tulisan ini hanya akan dibahas tentang pengertian narkoba secara umum. Narkoba, singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang, adalah bahan atau zat tertentu yang dapat memengaruhi kondisi kejiwaan ataupun psikologi seseorang, di antaranya pikiran, perasaan, dan perilaku, serta menimbulkan ketergantungan, baik secara fisik maupun psikologi.

Narkoba dapat digolongkan menjadi opium, halusinogen, amfetamin, dan kokain berdasarkan efeknya. Opium, adalah golongan zat-zat yang memengaruhi saraf-saraf pada tubuh sehingga saraf menjadi kurang peka akan stimulus pada lingkungan sekitar. Halusinogen sehingga para penggunanya berkhayal dan berhalusinasi sehingga merasakan sensasi bahagia seperti sedang bermimpi. Ganja dan LSD termasuk dalam golongan halusinogen. Amfetamin (shabu-shabu dan ekstaksi) mendorong tubuh manusia untuk bekerja melampaui batas maksimum tubuh sehingga tubuh dapat menderita dehidrasi dan hal-hal lainnya akibat penggunaan tenaga yang berlebih. Kokain berperan sebagai stimulan sehingga bisa menyebabkan perasaan gugup dan keganasan lebih dari halusinogen.

Secara ilmiah, penggunaan narkoba membawa berbagai dampak bagi kondisi fisik penggunanya. Narkoba secara garis besar akan mengganggu kestabilan sistem tubuh manusia, karena narkoba menghambat produksi hormon-hormon yang berasal dari otak sehingga pengguna narkoba akan berhenti memproduksi hormon-hormon yang seharusnya diproduksi secara alami dalam tubuh pengguna narkoba. Karena tidak hanya sistem hormon yang berpengaruh, tetapi seluruh kinerja tubuh, mekanisme ini mengakibatkan rusaknya seluruh sistem tubuh manusia.

Berdasarkan proyeksi BNN untuk tahun 2016, terdapat lebih dari 1,2 juta jiwa pengguna narkoba yang masih berusia pelajar (12-21 tahun). Di samping itu, setiap tahunnya, diperkirakan ada 12.000 jiwa yang jiwanya melayang karena overdosis narkoba.

Bayangkan saja, dalam 6-7 tahun para pelajar ini seharusnya dapat lulus kuliah sebagai sarjana, tetapi mereka malah mati karena narkoba. Secara perhitungan, jiwa-jiwa yang mati karena narkoba selama rentang waktu mencapai angka 84.000 jiwa.

Hal tersebut sudah sepatutnya dijadikan sesuatu yang mendapat perhatian khusus, karena mereka memegang kunci menuju masa depan Indonesia. Merekalah yang akan menjadi penerus bangsa Indonesia. Siapa yang tahu apabila 10 dari 84.000 jiwa tersebut adalah calon doktor Indonesia? Kita tidak pernah tahu. Tetapi yang pasti, tanpa pencegahan narkoba, masa depan mereka akan hancur. Begitu juga bangsa Indonesia, yang akan hanyut dalam arus kehancuran yang dibawa oleh narkoba.(Balitbangham, 2016).





Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)