Sebuah 'Konferensi Internasional' pertama tentang Konservasi Kepiting Tapal Kuda (Belangkas) telah digelar di Dowling College, AS, pada tahun 2007. Itu adalah perdana, satu hewan langka peninggalan era Jurrasic dibahas mendalam.
Prosidingnya lalu diterbitkan oleh Springer pada tahun dua tahun setelah konferensi, yaitu pada tahun 2009.
Konservasi yang digerakkan oleh para ilmuwan, aktivis lingkungan internasional, termasuk Ir H Ahmad Untung Surianata MH (saat itu masih menjabat Wadirpolair Sumatera Utara) -- yang pada akhirnya masuk sebagai polisi yang aktif melestarikan belangkas dan apa yang dilakukannya menjadi ajang penelitian para peneliti tersebut-- akhirnya mendorong para peneliti internasional dari Asia hingga Amerika dan gabungan peneliti dari berbagai dunia lainya seperti dari benua Eropa dalam sebuah jurnal ilmiah bertajuk 'International Horseshoe Crab Conservation and Research Effort: 2007-2020 (Conservation of Horseshoe Crabs Species Globally), diterbitkan oleh Springer.
Buku dengan tebal nyaris 700 halaman itu menjadi perbincangan internasional dan sempat dipresentasikan pada konferensi internasional di Hong Kong, Taiwan, (2011); San Diego, CA, (2014), (CERF); Japan, Sasebo (2015).
Selajutnya, bab khusus 'Kepiting Tapal Kuda' itu dibahas lebih lanjut lagi pada Konferensi CERF pada tahun 2017 yang diadakan di berbagai negara Eropa, Amerika dan Asia.
Semua konferensi tersebut telah menyumbangkan manuskrip, poster, berbagai makalah ilmiah, lokakarya, dan presentasi lisan yang sebagian besar belum dipublikasikan secara total.
Sebelumnya pada tahun 2015, Carmichael et al telah menerbitkan sebagian besar manuskrip dari konferensi Hong Kong / Taiwan tahun 2011, juga diterbutkan Springer.
Kini, Untung Sangaji, yang aktivitas penangkaran belangkasnya diliput media internasional dan masuk dalam jurnal ilmiah tingkat Asia dan Internasional itu telah purna tugas dari institusi kepolisian Republik Indonesia. Namun, baru beberapa hari habis masa tugas pun, ia masih aktif menelusuri pinggiran laut Aceh Utara guna mencari hewan belangkas, yang disana disebut 'momo'.
Disebuah PPI tradisionil, pada penghujung minggu ketiga Juli 2023, ia masih sempat memburu 'momo' guna ia beli langsung dari nelayan.
"Darah momo ini sering saya minum, mamfaatnya cukup besar bagi kesehatan, terutama untuk sistem kekebalan tubuh (immune). Diluar negeri, darah momo dipakai buat penangkal covid atau virus berbahaya lainya. Makanya darah hewan ini bernilai ekonomis tinggi didunia media. Tapi saya beli momo ini bukan buat dibunuh, tapi untuk dilestarikan di tambak saya di Ulee Rubek, Seunuddon." jelas Untung kepada nelayan yang terpana saat ia menjelaskan mamfaat momo.
Untung memiliki beberapa hektar tambak di Seunuddon, yang rencananya akan ia kembangkan buat melestarikan belangkas/momo.
Kapolres Aceh Utara masa kerja 2016-2018 yang saat ini sedang maju menjadi anggota DPR Aceh dan banyak menjadi perbincangkan rakyat Aceh Utara sebagai Bacalon kuat Bupati Aceh Utara 2024 itu, sedang sibuk mempersiapkan sebua area di Kuala Catok untuk pembangunan Dermaga Terpadu yang diberi nama 'Dermaga Untung Sangaji', sebuah dermaga moderen lengkap yang nantinya akan menyerap ratusan tenaga kerja.
Nama Untung menjadi heboh pada saat dirinya menjadi motor penggerak pantai Seunuddon yang dulunya gersang penuh sampah dan belukar, menjadi satu destinasi wisata yang sangat viral hingga saat ini. Atas jasanya itu, sosoknya pun dikenal hampir diseantero Aceh Utara, bahkan Aceh umumnya. Karena, Pantai Bantayan itu memang akhirnya menjadi viral kemana-mana sebagai sebuah spot wisata pantai berbasis Islami di Aceh Utara.
Ia juga menjadi panutan, ketika aksinya membudidaya ikan bandeng raksasa, dan menggerakkan kerajinan tangan bagi peningkatan UMKM warga kurang mampu.
Masih banyak jasa lainya yang hingga kini masih dikenang warga Aceh Utara, yang menginginkan dirinya menjadi Bupati Aceh Utara.| | Halim El Bambi | artikel ini telah dimuat di situs Myhelb.blogspot.com Membaca Zaman | Allrights Reserved
Hasil penelitian bisa di download di link berikut:
https://www.researchgate.net/publication/361976762_Citizen_Science_Approach_for_Indonesian_Horseshoe_Crab_Conservation
'International Horseshoe Crab Conservation and Research Effort: 2007-2020 (Conservation of Horseshoe Crabs Species Globally), diterbitkan oleh Springer.
https://www.google.co.id/books/edition/International_Horseshoe_Crab_Conservatio/szN7EAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1
Untung Sangaji Diakui Secara Internasional
https://myhelb.blogspot.com/2023/05/nama-untung-sangaji-terus-viral-sejak.html
Tidak main-main, Untung Siap Bangun PPI Teupin Kuyuen itu menjadi lebih Moderen
https://myhelb.blogspot.com/2023/07/tidak-main-main-untung-siap-bangun-ppi.html
Semua mengenai Untung Sangaji
https://myhelb.blogspot.com/search/label/Untung%20Sangaji?&max-results=10


