Untung Sebut Landasan Pacu Bandara Malikussaleh Perlu Diperluas lagi

 

PICU GERAKKAN EKONOMI ACEH UTARA:
Untung Sebut Landasan Pacu Bandara Malikussaleh Perlu Diperluas lagi

Harus diakui, saat ini Provinsi Aceh Utara krisis pembangunan, hal itu diakibatkan karena tidak adanya sosok pemimpin di Aceh Utara yang 'gila' membangun.

Adanya krisis kepemimpinan yang sudah masuk grade 'kritis' ini, membuat masa depan Aceh Utara seakan terkatung-katung. Padahal potensi sumber daya alam di Aceh Utara sangat luar biasa besar.

Aceh Utara yang memiliki garis pantai Selat Malaka yang sangat luas itu memiliki potensi garapan ikan air asin dan tawar yang tak kunjung habis, itu juga butuh inovasi dan pengelolaan yang konfrehensif.

Selain potensi perikanan yang dahsyat, menurut Ir. Untung Sangaji M.Hum, mantan Kapolres Aceh Utara yang kini sudah masuk masa pensiun dari institusi kepolisian itu, Aceh Utara perlu gebrakan pembangunan yang terkonsep dengan baik dan terfokus.

Menurut Untung, yang dulunya disebut warga Seunuddon, Aceh Utara sebagai 'Bapak pionir pemberdayaan ekonomi rakyat pesisir', salah satu trigger atau pemicu membangkitkan ekonomi Kabupaten Aceh Utara adalah dengan menambah perluasan landasan pacu Bandara Malikussaleh.

"Saya tau dan paham bagaimana cara menaikkan PAD Aceh Utara. Selain kita garap SDA, kita juga perlu menaruh perhatian pada perkembangan Bandara Malikussaleh. Landasan pacunya perlu ditambah sepanjang 1 kilometer lagi dengan harapan itu menjadi pemicu masuknya pesawat-pesawat airbus atau komersial berbobot besar dari berbagai maskapai, bisa turun disini. Juga bisa didarati pesawat cargo pun juga bisa dalam upaya membawa barang-barang keperluan dagang atau komersial. Kita buat Bandara malikussaleh itu menjadi bandara bertaraf internasional, jangan hanya domestik. Bahkan kita jadikan Aceh Utara sebagai basis menerbangkan jamaah haji langsung ke Tanah Suci, jadi nggak harus ke Banda Aceh, kan jauh. Butuh biaya lagi. Aceh Utara itu ditengah-tengah, pas sekali." terang Untung Sangaji yang baginya membangun suatu daerah itu harus memiliki konsep konfrehensif, bukan konsep copy paste yang pada akhirnya pembangunan suatu daerah hanya gitu-gitu saja, jelasnya.

"Setidaknya landasan pacu ditambahlah dari yang semula hanya 1.850M2 x 30 M2, menjadi 2.250 M2 x 45 M2 atau bisa lebih. Penambahan ini kan juga bagian dari semangat menjadikan Kabupaten Aceh Utara sebagai Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK. kalau KEK itu kan bandara ya mesti internasional. Harus diupayakan itu dengan merangkul segala pihak yang terkait agar secepatnya harapan rakyat Aceh Utara, Bireuen, Aceh Timur, Pijay dan lainya bisa terwujud. Ini salah satu fokus saya dan dan saya sangat comitted program ini diwujudkan. Tergantung bagaimana respon masyarakat Aceh Utara kepada saya." Kata Untung lebih lanjut kepada Halim El Bambi dari Myhelb Membaca Zaman, dalam sebuah bincang-bincang dengan zoom, Kamis (1/6). Sambil menambahkan beberapa fasilitas bandara juga perlu dipikirkan penambahannya misal mobil pemadam kebakaran tipe V (Foam Tender), mobil ambulans, X-Ray bagage, dan Walk Trough Metal Detector (WTMD), dll. | Halim El Bambi | Myhelb membaca Zaman

Halim El Bambi

Political Branding, Product Branding, Personal Branding, Webmaster, Cartoonist, Fabelist / Novelist, Editor/Journalist, Lay-outer / designer tinggal di Pidie

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama