Kapolres ini Nyaris Menyulap Makam Cut Mutia Menjadi Spot Wisata Religi di Aceh Utara

Kapolres ini Nyaris Menyulap Makam Cut Mutia Menjadi Spot Wisata Religi di Aceh Utara

By Halim El Bambi | Myhelb membaca Zaman

Setiap hari, tugas Pak Mudawali (50), menyambangi area Makam Pahlawa Nasional Cut Nyak Mutia, atau dikenal Cut Mutia. Pak Untung Sangaji hampir saja menyulap area makam menjadi spot 'wisata religi' di Aceh Utara....

Sebenarnya, letak makam pahlawan Nasional Aceh itu berada ditengah-tengah pelosok hutan Aceh Utara.

Untuk menuju ke makam Cut Meutia, harus melewati kawasan hutan lindung Gunung Lipeh, Ujung Krueng Kereuto, Pirak Timur. Menerjang sungai yang berliku dan naik turun perbukitan, butuh perjuangan yang panjang dan melelahkan.

Untuk berjalan kaki ke area makam ini saja butuh waktu 12 jam. Belum ada jalan tembus hingga Pak Kapolres Aceh Utara masa itu, Ir Untung Sangaji MH dibantu Mudawali dan beberapa jaringan peduli makam peninggalan sejarah, bergotong-royong membuka jalan untuk akses ke makam.

Pak Untung masa menjabat Kapolres waktu itu tatkala mendapat laporan dari Mudawali kalau area makam sudah tak ada lagi yang peduli, dipenuhi semak belukar langsung menunjukkan ekpresi terenyuh. Lalu ia melego apa saja berupa barang-barang pribadinya yang uangnya digunakan buat keperluan perawatan makam pahlawan nasional itu.

Menurut pengakuan Mudawali, Pak Untung waktu itu memerintahkan dirinya untuk membeli apa saja keperluan buat membersihkan makam yang sudah tertutup semak-semak cukup tinggi. Hingga akhirnya Pak Untung selaku Kapolres masa itu beserta jajaranya, dan juga dari TNI dibantu Pak Mudawali dan beberapa tokoh masyarakat sama-sama gotroy membersihkan makam.

"Bahkan, seandainya Pak Untung tidak cepat-cepat dipindah-tugaskan ke Sumatera Utara dan beliau masih Kapolres Aceh Utara, saya yakin Insha Allah makam itu bukan hanya bersih dan punya akses jalan, Pak Untung bahkan siap menyulap area makam itu menjadi sebuah spot wisata religi atau wisata Islami di jantung rimba." tutur Pak Mudawali, sang kuncen Makam yang berharap Pak Untung Sangaji menjadi Bupati Aceh Utara kedepan. Sebab katanya, Pak Untung itu sosok pionir yang berani mewujudkan sesuatu yang semula tak mungkin, menjadi mungkin.

"Suatu saat nanti bila Allah mengizinkan Bapak Ir untung Sangaji MH jadi Bupati Aceh Utara 2024, saya sangat berharap pekarangan makam pahlawan nasional Cut Mutia--yang dulu Bapak Untung dkk juga pernah kunjungi bergotong royong membersihkan makam--menjadi tempat wisata Islami di alam atau di rimba. Di Pucok Krueng Puetoe Abah Alue Krueng .terdapat bermacam ragam hal lain jug ada selain air terjun juga ada taman buah dll. Bapak sangat layak menjadi Bupati Aceh Utara kedepan, Aceh Utara butuh pemimpin yang berbuat nyata seperti Bapak, yang berani dan tegas, tidak memperkaya diri." harap Mudawali.

Hari hari Mudawali ia rajin membersihkan area pemakaman dari rumput liar. Ia juga rajin dan telaten merawat pohon-pohon matoa, durian, jambu, rambutan, duku dan pohon buah lainya hasil sumbangan Pak Untung sewaktu masih menjabat Kapolres Aceh Utara.

Pohon-pohon itu kini bahkan sudah berbuah dan sudah bisa dinikmati. Hampir semua bibit tanaman buah pekarangan Cut Mutia merupakan sumbangan dari pak Untung.

"Tapi Allah berkehendak lain. Selagi pekerjaan memugar taman buah makam Pahlawan Cut Mutia beliau dipindah tugas, seharusnya sudah bisa menikmati mencicip buah-buah sumbanganya sendiri. Selanjutnya tinggal saya merawat yang sudah ada. Sekarang pemerintah Aceh Utara seperti menutup mata terhadap makam Syahidah Cut Nyak Meutia. Mungkin harapanya kalau Pak Untung bisa jadi Bupati Aceh Utara, makam ini tak bakal terbengkalai lagi." harap Pak Mudawali sambil menyeka keringat.

Pak Mudawali, dan juga atas saran Pak Untung --walau sudah tak dinas lagi sebagai polisi--, pernah menghadap wakil rakyat di DPR RI untuk menyerahkan permohonan pembangunan akses jalan ke makam Cut Mutia sepanjang 15 km. Bahkan Mudawali rela menyisihkan uang dari kantongnya sendiri yang didedikasikan buat membuka jalan dan perawatan akses jalan ke area makam.

"Pak Untung itu orangnya sangat perhatian. Soal jalan ke makam beliau juga ikut mikir, padahal itu ranahnya dinas PUPR, tapi demi makam pahlawan nasional, beliau siap kapan saja diminta perhatian dalam bentuk dukungan, support sana-sini. Yang pentings egala sesuatu baginya harus menjadi nyata. Itulah pak Untung." tutup Mudawali. | Halim El Bambi | Myhelb membaca Zaman


https://myhelb.blogspot.com/2023/06/kapolres-ini-nyaris-menyulap-makam-cut.html

Halim El Bambi

Political Branding, Product Branding, Personal Branding, Webmaster, Cartoonist, Fabelist / Novelist, Editor/Journalist, Lay-outer / designer tinggal di Pidie

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama