Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Sang arsitek, pelopor rumah dhuafa tahan gempa



Sang arsitek, pelopor rumah dhuafa tahan gempa
by Halim El Bambi

Ir. Untung Sangaji MH, bukan hanya sosok purnawirawan polisi yang penuh kreatifitas, inovatif bahkan menjadi panutan (inspiratif) secara nasional bahkan Internasional lewat keberaniannya juga ragam program pemberdayaan ekonomi masyarakat Indonesia. Ia juga adalah pemikir yang dalam kehidupan sehari-harinya bisa melahap belasan buku dari berbagai tema penting.

Dibidang arsitektur, pria yang di Aceh Utara dikenal dengan panggilan Bang Untung atau Bang Aji itu menaruh perhatian khusus pada bidang 'safety' untuk konstruksi bangunan rumah dhuafa. Di negeri Pasee nantinya, mantan Kapolres Aceh Utara yang juga pelopor 'rumah dhuafa anti gempa' itu akan menggalakkan program aksi sosial dengan khususan pembangunan rumah dhuafa bagi anak yatim/piatu/miskin yang bukan hanya layak huni, tapi juga tahan gempa ! Luar biasa.

Hebatnya lagi, material bangunan yang ia terapkan dalam program pembangunan rumah dhuafa ini ia rancang sendiri dari limbah sawit dan material 'non tanah liat galian'. Sebut saja bahan baku tersebut ia ambil dari limpahan bekas banjir.

Bagi Bang Aji, Kabupaten Aceh Utara yang kerap dilanda banjir besar, dimatanya memiliki anugerah lain paska banjir. Ia melihat, sedimen bekas banjir yang sering menghantam pemukiman warga Aceh Utara bisa menjadi bahan alternatif material bangunan.

"Sebagai insinyur, saya merasa prihatin dengan banjir yang selalu menjadi momok bagi warga Aceh Utara. Tapi kita juga harus melihat sisi berkah lain dari banjir, yaitu sedimen bekas banjir itu ditangan saya Insha Allah bisa saya mamfaatkan secara maksimal sebagai material bangunan. Material alternatif ini bisa menjadi solusi bahan baku batu-bata yang harganya terus merangkak dan menyusahkan warga miskin. Saya bisa mewujudkan itu dengan ilmu yang saya pahami. Tapi yang paling penting dan menjadi perhatian saya adalah konstruksi bangunan itu wajib anti gempa. Kita manusia hanya berusaha, karena Allah swt telah memberikan akal kepada kita, maka kita pakai buat kepentingan ummat." ujarnya antusias.

Bang Aji lalu bercerita, Indonesia itu negeri yang rawan gempa. Karena rawan gempa itu, ilmu konstruksi bangunan pun harus dipikir agar lebih mengedepankan anti gempa, setidaknya mengurangi kerusakan dai guncangan.

Ia menyebut, salah satu faktor yang bisa menyebabkan sebuah kehancuran pemukiman warga dari gempa adalah karena gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake). Gempa ini, katanya, akibat topografi tanah yang tidak stabil, pun juga karena andil struktural bangunan yang abai tahan gempa.

"Kalau struktur bangunan tidak mengedepankan anti guncangan, misalnya rate skala 5,6 SR saja maka sebuah bangunan bisa langsung ambrol. Tapi kalau bangunan anti gempa, setidaknya sebuah bangunan bisa bertahan dari ambrol, tapi konstruksi utamanya tetap kokoh. Paling beberapa bagian material yang hancur." jelasnya lebih lanjut.

Bang Aji lalu menyebutkan, kalau kepulauan Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik dengan titik gunung berapi dan lempeng tektonik dibawahnya masih cukup aktif dan bisa kapan saja terjadi gesekan.

"Kita harus belajar banyak dari negara-negara didunia yang negerinya menjadi langganan gempa tapi mereka selalu memakai ilmu dalam tiap programnya mengurangi kerusakan akibat gempa bumi itu. Struktur bangunan antiseismik wajib menjadi perhatian kita, yaitu struktur keras yang maksudnya supaya konstruksi bangunan tidak mudah runtuh dan struktur fleksibel, artinya sebuah bangunan mampu mengacau pergerakan seismik sehingga tahan kerusakan." ulas sosok yang sedang menjadi perbincangan hangat di Aceh sebagai calon Bupati Aceh Utara potensial.

Bang Aji memiliki puluhan program unggulan unik yang ia siapkan guna ia terapkan dengan harapan, program-program yang sudah pernah ia gerakkan itu mampu memberikan kemajuan atau perubahan signifikan bagi kabupaten Aceh Utara yang saat ini sedang 'merana' akibat pembangunannya merosot kebawah. | Halim El Bambi | Myhelb membaza Zaman |

Artikel ini sudah dimuat di https://myhelb.blogspot.com/

Posting Komentar

0 Komentar