Pria Ini Siap Gerakkan HSRT Sebagai Solusi Menggerakkan Ekonomi Warga Pesisir Aceh Utara
- Air laut kotor akan ia sulap menjadi bersih dan bisa dipakai buat peternakan ikan laut
By Halim El Bambi | Myhelb membaca Zaman
Meskipun AKBP (Purn) Untung Sangaji Mh sudah purna tugas dari kepolisian, namun hati dan pikirannya sangat mencintai Aceh, khususnya Aceh Utara, tempat ia dulu mengabdi sebagai Kapolres Aceh Utara medio 2016-2018.
Ia menganggap Aceh Utara bukan hanya sebagai tempat kerja saat dilantik dan menjabat bos polisi nomor satu di Kabupaten berjuluk 'Negeri Pasee', melainkan sudah menganggap Aceh Utara itu sebagai kampung halamannya. Hatinya sudah terpatri di Seunuddon, tempat ia dulu dikenang sebagai penggerak pantai yang berakhir menjadi spot wisata viral hingga saat ini.
Ia begitu mencintai Aceh Utara dan ingin melihat Aceh Utara lebih maju dikemudian hari.
Perikanan potensi yang belum digarap
Salah satu potensi besar Aceh Utara yang masih belum digarap, menurutnya, adalah sektor perikanan.
Patut dimaklumi, mengapa ia begitu mencintau dunia air, termasuk laut. Itu karena latar belakang keilmuwannya di kepolisian memang khusus bidang perairan, yaitu 'Polair'. maksud 'Polair' adalah Polisi yang tugasnya menjaga garis pantai perairan nusantara.
Sebutan untuk polisi air misalnya Polisi Laut, Polisi Pelabuhan, Polisi Sungai dan lain sebagainya.
Karena speknya polisi air, maka Bang Aji bersentuhan dengan air sudah bisa dikatakan sebagai 'mainannya'. Hal itulah yang membuat ia begitu mencintai wilayah 'perairan', termasuk dunia perikanan.
Menurut Bang Aji, sektor perikanan di Kabupaten Aceh Utara cukup menarik dan menjanjikan untuk dikembangkan menjadi salah satu sumber perekonomian daerah. Apalagi Aceh Utara juga sudah dijadikan wilayah KEK, hal itu, menurutnya menjadi nilai tambah bagi Aceh Utara yangs eharusnya bisa keluar dari keterpurukan ekonomi. Tapi nyataya saat ini, Lhokseumawe sebagai icon, malah menjadi bak kota mati.
Bang Aji menyebut, sebagian peta Aceh Utara itu dikitari langsung dengan perairan, khususnya Aceh Utara wilayah Utara (baroh).
" Produksi budi daya ikan di gampong geutanyoe di Aceh Utara mencapai 10.985 ton, itu yang saya catat pada tahun 2021. Namun sayang, lemahnya roda pemerintahan Aceh Utara, lemahnya kontrol dan suvervisi, menyebabkan potensi itu tak tergarap dengan baik," sebutnya kepada Halim El Bambi dari Myhelb membaca Zaman, Selsa (20/6).
Padahal katanya, Aceh Utara dengan letak geografisnya cocok dikembangkan beragam jenis ikan tangkapan maupun budidaya.
"Saya berencana mengembangkan sektor perikanan darat secara massal agar rakyat Aceh Utara merasakan dampaknya, yaitu bisa mengurangi angka pengangguran dan memberikan surplus ikan yang tidak hanya buat komsumsi lokal, tapi bisa di eksport ke luar via pelabuhan KEK." ujarnya begitu antusias.
Apa yang dikatakan Bang Aji memang bukan asbun. ia sejak lama sudah menjadi penggerak ekonomi rakyat dengan cara membudidaya ikan bandeng unggul untuk presto, pun juga pernah membudidaya ikan bawal unggul yang bernilai jual tinggi. Ia sudah lakukan itu sejak menjabat Kapolres Aceh Utara maupun Kapolres di Meurauke.
Selama karirnya, Bang Untung Sangaji, yang punya nama merek produk 'US' miliknya itu, sudah tak terhitung aksi dirinya menjadi pionir atau motor penggerak ekonomi rakyat pesisir.
"Saya merasa prihatin dengan kondisi nelayan di pesisir Aceh Utara bagian Selat Melaka, Muara Batu, Tanah Jambo Aye hingga Seunuddon dan sekitar lainya yang alat tangkapnya masih mengunakan cara tradisional. Sehingga ikan yang melimpah di Selat Malaka tak maksimal ditangkap, malah nelayan asing sering mencuri ikan-ikan mereka." katanya dengan begitu semangat.
Bang Aji lalu memberikan solusi. Salah satu program monumentalnya adalah, ia akan menggarap sektor perikanan menjadi sektor unggulan.
"Sekarang ini sistem perikanan sudah semakin maju dan moderen. Ikan laut itu bukan hanya bisa diternak di laut, tapi bisa kita pindahkan ke darat. Caranya pakai sistem hatchery skala rumah tangga (HSRT). Konsep ini bisa diadopsi masyarakat dengan mudah, tak perlu lahan luas pun bisa kita ternak ikan buat mencukupi income rumah tangga." Bang Aji memberi pemahaman teknologi budidaya ikan.
Bang Aji menjelaskan, dengan sistem HSRT, sistem memajukan sektor perikanan Aceh Utara bisa diterapkan diwilayah urban, termasuk sentra perikanan budidaya ikan yang ada di pesisir Kota Lhokseumawe.
"Inovasi HSRT juga akan menyerap tenaga kerja, itu artinya, kita juga bisa mengurangi angka pengangguran di Aceh Utara yang semakin melonjak dari tahun ke tahun. Dengan demikian, warga kota pun bisa menikmati penghasilan dari adanya HSRT." ulas Bang Aji tanpa kenal lelah.
Bahkan, Bang Aji siap menjernihkan air laut pesisir Kota Lhokseumawe yang kotor menjadi air yang mampu dipakai untuk HSRT. "Jadi tak perlu khawatir kita kehabisan air bersih buat beternak ikan air laut. Didarat pun kita bisa hadirkan air laut, caranya ya saya sendiri yang akan melakukan aksi proses penjernihan air seperti yang pernah saya lakukan dulu, hanya sekarang kita lakukan dalam skala lebih besar lagi. Semua itu untuk kemakmuran warga tercinta Aceh Utara." Tegas mantan polisi yang penuh prestasi, konon namanya paling menonjol digadang-gadang sebagai bacalon Bupati Aceh Utara 2024. | Halim El Bambi | Myhelb membaca Zaman
Artikel ini sudah tayang di https://myhelb.blogspot.com/2023/06/pria-ini-siap-gerakkan-hsrt-sebagai.html
