Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Harga Pisang ini bisa mencapai 1 Juta per tandan, kok bisa?

 


Harga Pisang ini mencapai 1 Juta per tandan, namanya 'Pisang Beta Untung Sangaji'.

By Halim El Bambi | Myhelb membaca Zaman

Yang namanya orang kreatif, inovatif dan inspiratif, ya begitulah. Selalu ada hal baru yang diperkenalkan oleh Ir Untung Sangaji, mantan Kapolres Aceh Utara dan juga Kapolres Merauke, Papua ini. Ide-idenya selalu brilian.

Ketika Ia menemukan sebuah genus pisang ukuran jumbo di rimba raya Pulau Seram, lalu ia ambil bibitnya dan ia budidayakan menjadi pisang 'high class'. Pisang itu pun menjadi viral kemana-mana, hingga dilirik pengamat pisang luar negeri.

Karena gaungnya sampai ke luar negeri itu pula, maka pisang yang sudah dikenal dengan nama 'pisang Beta' Untung Sangaji, dihargai selangit. Mungkin karena dari tangan langsung Bang Aji yang budidaya, harga pisang itu bisa mencapai jutaan. Bisa jadi, kalau bukan beliau yang kembangkan, harganya pun bisa merosot. Tergantung bagaimana racikan sang petani itu sendiri.

Pisang beta trademark dirinya itu setandan bisa tembus angka Rp 1 juta lebih. Harga tinggi ini, kembali kepada siapa yang menanamnya, seperti yang dijelaskan diatas.

Karena komoditas tinggi dipasaran itu, Bang Aji, sapaan akrab Untung Sangaji, sang pemilik hak paten 'Pisang Beta' lalu membudidayakan pisang tersebut di lingkungan Markas Kapolres Merauke, masa ia menjabat disana medio 2020. Di halaman Kapolres Merauke itu, warga bisa langsung mencicip pisang hasil kembang-biak Bang Aji bila sudah panen.

Rencananya, setelah pindah ke Aceh Utara, 2023 ini, Bang Aji memboyong Pisang Beta itu untuk ditanam dan dikembangkan menjadi sektor yang mampu memberikan income lebih bagi masyarakat Aceh Utara. Ia berencana menanam bibit pisang tersebut di kawasan eko wisata Seunuddon yang  dulunya sempat ia poles menjadi pantai wisata viral, padahal semula pantai itu penuh dengan lautan sampah.

"Bisa jadi pisang ini kalau sudah banyak, akan menjadi layaknya pisang ayam yang banyak didapati di pasaran. Harganya variatif. Biasanya kan mengikuti trend pasar, namun juga tergantung siapa yang pengembangnya. Kalau pengembangnya pintar dagang bisa tembus 1 juta, kalau tidak pintar ya diharga normal saja. Kita siap mensupervisi petani demi kebaikan ekonomi mereka. " tambahnya.

Menurut Bang Aji, karakteristik pisang beta agak mirip dengan pisang tanduk. "Tapi ini lebih lurus, dan gede. Kalau pisang tanduk kan seperti tanduk kerbau, bengkok semua, tapi ini tidak terlalu bengkok. Berat pisang beta ini per bijinya bisa 2 kg. Lihat si kecil saja kesusahan angkatnya karena berat." ujarnya sambil menunjukkan anaknya memegang sebuah pisang yang ukuranya begitu besar bila diimbangi anak balita.

Bang Aji menjelaskan, karakternya pisang beta itu mirip dengan pisang tongka langit, "Tapi kan pisang tongka langit menghadap ke atas. kalau pisang beta ini ke bawah." jelasnya lagi dengan penuh semangat.

Ciri khas lain dari pisang beta juga tidak memiliki jantung pisang. Pisang ini hanya punya bunga ditiap ujung buah. Daunnya samar-samar bermotif batik. Motif batik dari daunya akan terlihat jelas apabila pohon pisang ini tumbuh subur dan sehat.

Bahkan Bang Aji pernah menjadikan daun pisangnya menjadi samak atau sampul buku. Ia rancang sedemikian rupa kemudian tempelannya pakai putih telur dan lem yang biasa di pasaran. "Setelah keras dan kaku, bisa jadi sampul buku yang menarik atau unik." katanya.

"Waktu panen, satu tandan itu bisa 24-27 biji. Satu tandannya 3 sisir. Satu sisirnya kadang 12, kadang ada 8 biji. Ini lumayan sekali. Saat panen itu ada 6 pohon. Lalu ada orang beli 5 tandan. Untuk 1 tandannya, mereka bayar Rp1.150.000.Kali kan saja, 5 tandan berapa." sebut Bang Aji kepada Halim El Bambi dari Myhelb membaca Zaman.

"Bayangkan kalau punya 1 hektar kebun pisang ini, lumayan sekali. Jelas saya akan mengembangkan pisang ini di Aceh Utara, supaya warga tercinta Aceh Utara mendapat pemasukan lebih dari bercocok tanam pisang, seperti yang ada di Saree atau Padang Tiji Pidie sana, kampung kamu dik Halim ya." terang Purnawirawan Polisi yang banjir award selama dinasnya.

Lalu Bang Aji mengajarkan bagaimana bercocok tanam pisang beta. Ikuti tuturialnya:

"Kalau punya lahan dan mau tanam, silakan olah tanahnya begini: siapkan 2 ampas gergaji kasar, 1 tanah gembur, dan pupuk kandang (ayam atau kambing). campurkan semua. Gali tanah 1 m², sedalam lutut. Lalu masukkan campuran di atas ke dalam tanah. Baru anakan pisang ditanam disitu. Jarak dari satu pohon ke pohon lainnya itu 2,5 meter atau 3 meter. biar dia lebih bagus.

Setelah 3 bulan lebih, pisang sudah mulai besar dan anaknya mulai muncul. Potong dan pindahkan anaknya agar tidak ganggu perkembangan buah di induknya.

Ada carita unik, di Jakarta, sebuah keluarga yang sebut pisang ini pisang Untung Sangaji he-he. Saya kasih dia bonsai kecil pisang ini. Pisangnya saya tanam di pot bonsai. Lalu berbuah kecil-kecil. Buah itu kemudian dipindahkannya di tanah yang luas, dan hasilnya pun luar biasa.

Pisang beta ini enak sekali kalau dikukus atau digoreng. Dikukus ya, jangan direbus dengan air. Rasanya manis, manis sekali. Kalau dibelah warnanya orange tua. Anak saya suka sekali makan pisang ini. Dia makan hangat-hangat kuku." | Halim El Bambi | Myhelb membaca Zaman

Artikel ini sudah dimuat di www.myhelb.blogspot.com 




Posting Komentar

0 Komentar