Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Pemuda Lhokseumawe ini Gerakkan Warkop Berbasis Cinta Membaca Buku




Penggerak sekaligus pemilik Cafe berbasis ngopi sambil membaca buku, Azhari T Ahmadi ST., S.Pd.,T.Gr menyebut, membaca buku bisa menjadi kunci pencegahan dan sekaligus pemberantasan generasi muda dari pengaruh narkoba dan aktivitas percuma lainya semisal main game yang memperburuk mental dan ekonomi.

Hal itu dikatakan Azhari, pemilik Literasi Cafe di Kuta Blang, Kota Lhokseumawe kepada Halim El Bambi dari Myhelb Membaca Zaman, Minggu (25/6).

Azhari yang pernah menjadi anggota dewan di DPR Kota Lhoseumawe itu, saat ini terus gencar mengkampanyekan 'cinta membaca buku' melalui warung kopi miliknya yang berada dipinggir laut, Kuta Blang, Lhokseumawe.

"Seperti kita ketahui, warung kopi di Aceh sudah sangat banyak sekali, namun belum ada atau masih jarang yang berbasis menyediakan buku buat dibaca para pengunjungnya. Maka itu, mengapa Literasi Cafee hadir ditengah-tengah krisisnya cinta membaca buku yang sekarang ini, bab cinta membaca sudah langka dalam masyarakat kita. Makanya Literasi Cafee hadir bukan hanya murni buat bisnis, melainkan satu cara saya untuk mengkampanyekan cinta membaca. Dengan mencintai membaca buku, kita berharap warga Aceh itu makin smart." ujar Politisi muda sebuah partai nasional itu.

Di Cafe milik Azhari itu, selain menyajikan ragam menu kuliner, ia juga memajang ratusan buku di cafe Literasi. Bahkan Cafenya itu pernah diliput media ternama nasional sekelas KompasTV sehingga cafenya bertambah viral secara nasional.

Pria aktif dari ragam kegiatan aksi sosial dan pendidikan itu menyebut dirinya siap maju ke pemilihan anggota legislatif Kota Lhokseumawe.

Politisi muda dari PKS itu berpendapat, untuk kerja-kerja membangun kemajuan pendidikan di Lhokseumawe, perlu regulasi-regulasi yang mempuni supaya setiap regulasi yang dikeluarkan, mampu mengubah pola hidup masyarakat agar mencintai buku, yang sama artinya cinta membaca.

"Lihat saja, berapa banyak waktu generasi muda saat ini banyak habis berjam-jam hanya buat main game di warung kopi. Ini sebuah warning bagi kita yang berpikir, bahwa siklus ini kapan saja akan merusak mental dan pola pikir anak muda dimasa depan. Kondisi ini harus diubah secara signifikan, saya sangat prihatin dengan kondisi ini." ungkap pemikir muda yang sempat menggenggam prestasi tingkat nasional dibidang pendidikan itu. | Halim El Bambi

Posting Komentar

0 Komentar