Caleg Kalau Sudah Terpilih Jangan Suka Hidup Hedonis Lalu Lupa Kepada Pemilih
By Halim El Bambi | Myhelb Membaca Zaman
Minggu, 18 Juni 2013, pagi itu di Hotel Cempaka Syar'i, Blang Asan, 500 an kaum ibu dan bapak-bapak sudah standbye sejak pagi hari teng, 8:40 WIB.
"Ada acara apa Bang Roman, kok pagi-pagi buta sudah banyak sekali masyarakat di area hotel ini?" tanya ku kepada Roman Mojahidin, sahabat saya dulu sewaktu aktif di sebuah partai lokal paska MoU.
"Oh, Bang Milah (Halim), nyo acara silaturrahmi masyarakat Pidie dan Pidie Jaya ngen Bapak Bram. Kiban haba droneuh." jawab Roman antusias. Ia lalu menyambut saya dengan hangat, lantas memperkenalkan saya ke beberapa orang sahabat lainya yang sejak tadi sudah tiba dan standbye.
Saya sebenarnya baru kali ini berjumpa dengan Roman, padahal dulu selagi masih aktif di partai lokal, Roman hanya berkomunikasi dengan saya via telepon saja, tak pernah bertatap muka langsung. Setelah 9 tahun hanya mendengar namanya saja, tau-tau saya mendapati informasi ia sudah resign dari partai lokal tersebut. Padahal setahu saya, sebelumnya ia masih aktif di parlok tersebut dan bahkan masih menjabat 'Ketua Partai' di level Kecamatan Padang Tiji. Saya berharap semuanya baik-baik saja.
Adapun masalah internal yang ia hadapi, saya tidak mau masuk ke ranah itu. Saat ini saya hanya seorang penulis, bukan orang partai seperti dulu. Jadi saya tak mau masuk dalam pusaran masalah internal pihak lain.
Adapun masalah internal yang ia hadapi, saya tidak mau masuk ke ranah itu. Saat ini saya hanya seorang penulis, bukan orang partai seperti dulu. Jadi saya tak mau masuk dalam pusaran masalah internal pihak lain.
Saya hanya ingin tetap membina hubungan baik dengan personality saja ....
Hingga tersiar kabar, kini ia sudah mendukung salah satu bacaleg DPR RI asal Aceh Besar bernama HT Ibrahim ST MM, yang saat ini aktif sebagai Penasehat Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh. Bahkan Roman sendiri didapuk sebagai Ketua TIM Sahabat HT Ibrahim ST MM, semacam tim independen pemenangan yang tidak terikat langsung dengan Partai Demokrat.
"Oh, iya, saya baru ingat juga. Kemarin ada WA masuk ke saya, Bang Bram meminta saya untuk menghadiri acara ini. Saya nggak nyangka kalau Bang Roman sudah didapuk sebagai Tim Sahabat HT Ibramhim ST MM maju DPR RI 2024 untuk wilayah Pidie dan Pidie Jaya, selamat kalau begitu." ucap saya sedikit kaget. Rupanya WA Bang Bram itu telah membuat saya harus berjumpa langsung dengan Roman, yang sejak lama telah menjadi follower saya di media sosial.
Begitulah, pagi di Blang Asan, Kota Sigli sebenarnya masih terlalu dini untuk beraktivitas 'berat'. Apalagi menghadiri sebuah acara pertemuan yang digelar anggota dewan.
Bisanya, pagi jam segitu, warga di Pidie yang non tinggal di Kota Sigli masih 'bren' buat bangun pagi-pagi sekali. Kalau pun ada acara dibuat, pasti diminta molor hingga ke pukul 10 pagi.
Tapi, pendukung 'Bang Bram', biasa dipanggil begitu buat HT Ibrahim ST MM yang menjadi salah satu dari yang lain sebagai tokoh kunci 'reformasi' internal Demokrat Aceh paska terdepaknya Nova Iriansyah dari tampuk Ketua, begitu setia menunggu kedatangan tokoh Aceh Besar yang membumi itu.
Tak ada kata lelah atau omelan meski beliau sendiri agak terlambat datang dikarenakan ada hal mendadak dijalan yang tak bisa ditunda. Hingga pukul 10 wib sekian, barulah Bang Bram beserta tim tiba di Hotel Cempaka.
Ia lalu menyalami semua masyarakat sambil tak sungkan meminta maaf atas keterlambatannya. Seketika suasana menjadi cair dan gempita.
Disebuah ruangan aula Hotel, sekitar 300 hingga 500 an masyarakat yang tumpah ke hotel hanya buat bertemu dengan Bang Bram sudah memenuhi ruangan, bahkan kursi tak cukup. sebagian terpaksa harus berdiri. Warga dari Pidie dan Pijay begitu antusias mendukungnya. Yang hadir di aula hotel itu adalah para tokoh masyarakat, penggerak ekonomi rakyat, para aktivis UKM, para panglima laot, panglima meugoe, panglima ulee tani, mantan kombatan dll semua bersatu semangat menyambut Bang Bram.
Di aula ini lalu Bang Bram beserta istrinya memeprkenalkan diri. Program utama yang ia perjuangkan selama ini adalah penguatan perdamaian, syariat islam, Pertanian, UKM, pembangunan sanfras dll yang menjadi tupoksinya.
Selain memperkenalkan dirinya, Bang Bram dengan berapi-api bak Bung Tomo berpidato dihadapan para pecintanya itu, juga menjelaskan bagaimana posisi dana otsus Aceh hingga saat ini, nilainya terus merosot dan bahkan bisa terancam tak lagi diperpanjang bisa menjadi 'kiamat' bagi Aceh yag berstatus otonomi khusus.
"Dana otsus dari 17 triliun sekian kini menciut tinggal 10 triliun tapi belum mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyat Aceh. 17 triliun tak mampu, apalagi 10 triliun dan itu semakin menciut?? Oleh karena kedepan kita minta kepada anggota mulai dari DPRK, DPRA hingga DPR RI yang terpilih wajib bersuara bulat untuk memperpanjang dana otsus seperti di Irian Jaya." teriaknya yang di sambut aplaus para hadirin.
Bang Bram mengkritik keras situasi hedonis yang dilakoni para anggota dewan yang setelah terpilih, setelah itu lupa kepada audien (rakyat) yang memilihnya, dan bahkan sebaliknya cuma memperkaya diri, beli mobil baru, kawin lagi, tinggal di Jakarta dan tak pernah menjenguk rakyatnya lagi di gampong.
"Hal-hal begini harus disuarakan supaya mereka tidak lupa. Siapa lagi yang memperjuangkan nasib rakyat saat ini kalau wakil rakyat yang dipilih sendiri sudah dininabobokan oleh kehidupan hedonis paska terpilih dari beragam fasilitas yang ia nikmati. Jabatan itu amanah, jangan dikhianati." sorotnya.
Dalam pidato tertutupnya itu, Bang Bram menjelaskan kalau dirinya bukan berkarakter pengumbar janji-janji kosong agar rakyat terkesima dengan kedatangan para caleg. Sebaliknya ia mengharamkan dirinya mengumbar janji, sebab katanya, janji itu hutang, dan apabila sebuah janji tak mampu ia tepati, maka itu sama halnya ia tak mampu 'peuglah' hutang, apalagi hutang janji itu dosanya harus ditanggung hingga ke akhirat kelak.
Dalam pidato perkenalan dirinya yang memakan waktu 2 jam itu, Bang Bram juga meneken fakta integritas dengan Tim Sahabat diatas materai sebagai bentuk komitmennya sebagai caleg DPR RI yang bila terpilih kelak, akan tetap amanah memegang teguh poin-poin harapan para stakholder.
"Dalam komunikasi dan komitmen saya dengan Tim Sahabat HT Ibramhim ST MM ini, saya siap memperjuangkan harapan masyarakat dapil dulu. Saya peutimang nasib masyarakat dulu yang memilih saya, baru setelah itu peutimang timses. Apa bisa begitu? Saya tanya ke ketua Tim sebelum saya kesini pada saat perjumpaan awal saya, dijawab, bisa! Maka saya pun haqqul yakin dengan memorandum itu." jelasnya yang kembali disambut tepuk tangan oleh ratusan masyarakat di dalam aula.
Dalam sesi tanya jawab dengan masyarakat, Linda (40), seorang warga dari Kecamatan Indrajaya, peukan Baro Pidie bahkan menantang langsung Bang Bram kalau seandainya ia pergi ke Banda Aceh dan bertamu ke rumah Bang Bram di Lie, Aceh Besar, apakah dirinya akan diterima? Bang Bram seketika langsung menjawab: boleh, silahkan adinda datang, pintu rumah saya terbuka lebar bahkan rumah seperti rumah rakyat!
Rupanya, Linda bukan sekedar becanda saat bertanya dalam pertemuan itu. Usai acara silaturrahmi itu, ia bersama dengan rekannya nekad pergi ke Banda Aceh dengan mengendarai sepmor.
Ia tiba di rumah Bang Bram pukul 10 malam. Seperti biasa, Bang Bram dan istri sudah sejak usai pertemuan itu langsung pulang ke Banda Aceh/Aceh Besar. Lalu seperti biasa ia melayani banyak tetamu dari kalangan rakyat kecil yang datang tumplek setiap harinya. Kebanyakan mereka membawa serta banyak masalah dan permintaan. Bang Bram, dengan gaya membuminya melayani semua keluhan masyarakat.
Dimata Linda, ucapan Bang Bram bukan sekedar retorika belaka. Ia buktikan dengan nyata bahwa benar Bang Bram itu orangnya 'merakyat', membumi dan dikenal luas masyarakat sebagai sosok politisi yang tak suka mengumbar janji tapi mau membantu nyata sesuai kemampuannya, baik selaku manusia sosial maupun selaku anggota dewan.
Salah satu sejawatnya yang sedang alami kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Jalan Kakap langsung ia bantu dengan memberikannya korsi roda. Padahal Dalam pertemuan sebelumnya di Cempaka, Bang Bram tak menjanjikan apa-apa kepada kerabat Linda yang merupakan pendukungnya itu.
"Intinya, jangan sampai masyarakat kecewa kalau bertemu dengan kita, sebab mereka menganggap kita sebagai orang yang bisa mencari jalan keluar setiap masalah yang mereka hadapai. Maka hadapi saja keluhan warga, bisa kita bantua ya bantu, gak bisa kita bantu secara material, ya kita bantu dengan cara atau pikiran, jalan keluar, solusi atau lobby-lobby. Yang bek, peukecewa rakyat." jelasnya kepada Halim El Bambi dari Myhelb Membaca Zaman.
berikut profil lengkap Bang Bram, caleg DPR RI dari Demokrat:
Nama Lengkap : H.T IBRAHIM,ST.,MM
Tempat/Tgl. Lahir : Banda Aceh/08-08-1969
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Alamat : Desa Lieu. Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh
KELUARGA
Istri : Hj. Rida Ariani, AMK
Anak I : Rizky Ibdayansyah
Anak II : Dinda Rizka Ibdayanti
Anak III : Raisa Alya Ibdayanti
RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL
1978-1983 : MIN Tungkop Darussalam, Aceh
1984-1986 : SMPN Darussalam, Aceh
1987-1989 : STM Negeri Banda Aceh
2003-2009 : S-1 Tehnik Sipil Abulyatama, Aceh
2010-2012 : S-2 Pasca Sarjana Unsyiah, Aceh
RIWAYAT PEKERJAAN
1990-1992 : Asisten Tehnis PT Fajar Baizury Aceh Barat
1993-2007 : Direktur CV. Mandiri Karya Utama Rizky Aceh Besar
2009-2014 : Anggota DPRK Aceh Besar/Wakil Ketua DPRK Aceh Besar
2014-2019 : Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh
2019-2022 : Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh
2022- Sekarang : Penasehat Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh
RIWAYAT PERJUANGAN
2008-2009 : Ketua TIM Kampanye Pemenangan PILPRES SBY-Boediono untuk Kabupaten Aceh Besar
RIWAYAT ORGANISASI
2003-2007 : Sekretaris DPC Partai Demokrat Aceh Besar
2006-2011 : Bendahara GAPENSI Banda Aceh
2007-2012 : Sekretaris DPC Partai Demokrat Aceh Besar
2008-2013 : Sekretaris GAPKINDO Aceh
2011-2016 : Ketua KONI Aceh Besar
2012-2017 : Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Besar
2015-2021 : Ketua Komitte Lab. School Unsyiah
2015-2021 : Ketua Komitte SMPN VI Banda Aceh
2017-2021 : Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Besar
2017-2022 : Ketua Bid. SDM & Pertambangan Pemuda Pancasila
2019-2024 : Wakil Ketua Umum Kadin Aceh Bidang Otonomi Khusus dan Undang-Undang Pemerintah Aceh.
2019-2025 : Ketua Ikatan Alumni Tehnik Sipil Universitas Abulyatama, Aceh
2020-2025 : Wakil Ketua APINDO Aceh
2020-2025 : Wakil Ketua Palang Merah Indonesia Prov. Aceh, Bid. Organisasi
2021-2026 : Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Aceh
2022-2027 : Ketua Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Aceh
RIWAYAT TANDA PENGHARGAAN
2010 : Palang Merah Jerman : Atas Partisipasi dalam Rehab & Rekonstruksi Aceh Pasca Tsunami Tahun 2004
2010 : Turkish Red Crescent Society : Atas Partisipasi dalam Rehab & Rekonstruksi Aceh Pasca Tsunami Tahun 2004
2010 : Islamic Relief : Atas Partisipasi dalam Rehab & Rekonstruksi Aceh Pasca Tsunami Tahun 2004
2010 : Save The Children : Atas Partisipasi dalam Rehab & Rekonstruksi Aceh Pasca Tsunami Tahun 2004
2012 : KONI Pusat : Atas Partisipasi dan Peran serta dalam kegiatan “Rembuk Olahraga Nasional” di Balik PapanProvinsi Kalimantan Timur
2015 : DPD Partai Demokrat Aceh : Atas Partisipasi dalam Acara Donor Darah HUT Partai Demokrat ke-14 di Banda Aceh
Tags:
HT Ibrahim ST MM
