Myhelb | Salah satu ide besar yang telah diceuskan Untung Sangaji, pada masa ia menjabat sebagai Kapolres Aceh Utara 2016 silam adalah ia menelurkan ide pembuatan batu bata alternatif dari limbah sawit.
Ide bata dari limbah sawit merupakan bahan alternatif selain dari bahan material pasir atau tanah liat.
Secara ekologis, pemamgaatan limbah sawit adalah bagian dari kampanye ramah lingkungan. Cangkang sawit, sama halnya dengan cangkang/batok kelapa memiliki tekstur keras dan kuat terhadap tekanan.
Selain ramah lingkungan, limbah sawit juga kedepan akan mudah ditemukan karena pemamfaatkan sawit secara massiv untuk diambil minyaknya hampir dilakukan sepanjang manusia menghuni bumi.
Karena berangkat ide itu pula, Untung Sangaji menyulap limbah sawit menjadi bahan baku pembuatan bata alternatif yang ramah lingkungan.
Teknologi itu, sudah ia dalami (riset) dan telah dilakukan ujicoba berkali-kali sejak ia berkarir sebagai Polisi jauh-jauh hari.
"Kelapa sawit sangat berlimpah diseluruh Indonesia, sayang sekali kalau limbahnya dibuang begitu saja. Makanya saya ubah limbah itu menjadi batu bata yang unik." terang Polisi yang bergelar Insinyur.
Ia berkisah kepada Halim El Bambi dari Myhelb membaca Zaman. Setiap hari ia selalu berpikir inovasi apa yang bisa ia berikan bagi kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat.
Batu-bata dari limbah kelapa sawit salah satu yang ia racik untuk pembangunan rumah rakyat yang berstatus dhuafa. Ia juga berencana membuat bata alternatif dari lumpur sedimen bekas banjir, yang ia canangkan khusus di Aceh Utara.
"Kita sudah lakukan itu saat saya Kapolres Merauke. Saya selalu mengajak masyarakat dari berbagai suku di Merauke waktu itu untuk berpikir menaikkan level pendapatan ekonomi melalui home industri. Kita buat bata dari limbah sawit, buat kancing baju atau celana dari batok kelapa hingga menggarap sumber daya alam lainya menjadi produktif." ujurnya penuh semangat. | Halim El Bambi | Myhelb Membaca Zaman
