Manggrove ini yang Menurut Untung Sangaji Cocok di Tanam di Pantai Aceh Utara untuk Pencegahan Bencana
Selain aktif menggerakkan ekonomi masyarakat melalui berbagai gebrakan populis, seperti memberikan ragam ilmu ketrampilan bagi UKM-UKM di level grassroot, melatih generasi muda ilmu menyelam, membuat kancing dari batok kelapa, membuat batu-bata dari bahan alternatif, menjernihkan polusi air dari limbah timbal berbahaya serta seabrek ilmu bermamfaat lainnya, Pak Untung juga sosok saintis.
Lihat saja, soal ilmu penyelamatan lingkungan pun ia kuasai. Misalnya bagaimana ia memberi perhatian tinggi bagi wilayah pesisir pantai. Baginya, titik pantai penting untuk diperhatikan mengingat wilayah Indonesia berada pada palung yang rawan gempa serta tsunami.
Maka itu, ia meriset tanaman bakau atau manggrove mana yang paling cocok dikembangkan, dibudidayakan sekaligus diaplikasikan di pinggir pantai, setidaknya menjadi 'benteng' pertahanan terakhir mengurangi efek bencana.
Baginya, tanaman manggrove sangat vital ditananam dipinggir laut yang rawan tsunami atau yang memiliki ombak potensi bahaya. Dengan tanaman manggrove, ua menyebut, hantaman air bah bisa dipecahkan sehingga tak langsung memblender daratan.
Maka, menurutnya, tanaman manggrove yang paling powerfull baginya adalah dari jenis 'sonneratia casiolaris' atau disebut Manggrove Padada/Pidada Merah.
Secara umum (ilmiah), manggrove yang saya maksud ini disebut 'Apple Manggrove '. Jenis ini banyak ditemui di pantai Jayapura Papua. Disini, saat menjabat Kapolres Merauke, Untung malah sempat menjadi pionir penanaman manggrove Apel di Arta Beach, Merauke. Sekembali ia ke Aceh Utara usai purna dinas, ia pun akan menerapkan manggrove apel itu di pesisir Aceh Utara.
"Manggrove ini sangat kuat, tahan banting. Masyarakat harus diberikan pemahaman tentang pentingnya melakukan penghijauan (reboisasi) pantai. Jadi penghijauan bukan hanya di hutan, di pantai juga perlu, yaitu dengan cara menanam manggrove." jelasnya kepada Halim El Bambi, dari Myhelb membaca Zaman, Senin (12/6).
Menurutnya, menanam manggrove di pantai adalah upaya pencegahan preventif pantai dari abrasi. Disisi lain, jelasnya, dengan adanya tanaman manggrove, jasad renik dan ekosistem pantai seperti udang, kepiting pun akan hidup dan berkembang yang nantinya bisa menjadi mamfaat bagi kehidupan manusia.
"manggrove itu rumah bagi banyak udang dan kepiting yg selama ini jadi primadona manusia dalam menu 'seafood'. Selain itu, buah manggrove yang saya rekomended ini juga bermamfaat bagi manusia. Bisa dijadikan manisan dodol, sirup, cairan obat, dll. Maha suci Allah SWT atas semua ciptaan-NYA. Tinggal kita manusia intar-pintar memamfaatkannya." ucap Purnawirawan Polisi yang kiprahnya sangat membumi dan dicintai rakyat dimanapun ia berdinas.
Menurut informasi yang tersebar di media sosial, sosok Untung Sangaji yang sangat dekat dengan rakyat dan para ulama Aceh itu, disebut salah satu bacalon Bupati Aceh Utara potensial. Pendukungnya mulai dari masyarakat kelas bawah, menengah, atas hingga dekat dengan para politisi, pengusaha, mahasiswa dan terutama para ulama. | Halim El Bambi | Myhelb membaca Zaman
Tags:
Untung Sangaji
